Badak Klarifikasi Terkait Beredarnya Rekaman Vidio Dirinya Yang Viral



Lubuklinggau –mitrari.com-Sosok yang dikenal Saparudin dengan sebutan Badak akhirnya angkat bicara terkait beredarnya rekaman percakapan yang viral di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembicaraan tersebut terjadi secara spontan dan tidak ada kaitannya dengan arahan atau instruksi dari Wali Kota.

Dalam keterangannya, Badak menyampaikan bahwa percakapan itu berlangsung secara kekeluargaan dan natural dalam suasana tidak formal, tanpa skenario maupun maksud tertentu. Ia juga membantah adanya keterlibatan pihak lain, termasuk pejabat daerah.

“Tidak ada suruhan atau arahan dari Wali Kota. Itu murni pembicaraan spontan,” tegasnya.

Badak mengaku kecewa atas beredarnya rekaman tersebut. Ia menilai dirinya dijebak, karena percakapan yang seharusnya bersifat pribadi justru direkam tanpa sepengetahuannya dan kemudian disebarluaskan ke publik.

Lebih lanjut, Badak juga menyoroti pemberitaan yang telah beredar di sejumlah media. Ia menilai tidak diberikan ruang untuk menyampaikan klarifikasi atau hak jawab sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

“Dalam pemberitaan itu kami tidak diberikan ruang klarifikasi. Padahal jelas, dalam UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik, hak jawab dan klarifikasi itu wajib diberikan kepada pihak yang diberitakan,” ungkapnya.

Karena hal tersebut, Badak bersama pihaknya mendatangi kantor Berita Lubuklinggau guna menyampaikan langsung klarifikasi sekaligus meminta agar hak jawabnya dapat dimuat secara proporsional.

Langkah ini, menurutnya, merupakan upaya menjaga keseimbangan informasi agar masyarakat mendapatkan pemberitaan yang utuh, berimbang, dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru.

Badak juga mengingatkan bahwa tindakan perekaman dan penyebaran percakapan tanpa izin tidak hanya melanggar etika, tetapi juga berpotensi melanggar hukum, khususnya terkait perlindungan privasi dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, serta tidak mudah terprovokasi oleh potongan rekaman yang belum tentu menggambarkan situasi secara utuh.

“Kami berharap masyarakat bisa melihat persoalan ini secara jernih dan tidak langsung mengambil kesimpulan sepihak,” tutupnya.

Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlunya profesionalisme media dalam menyajikan informasi, sekaligus pentingnya menghormati hak jawab demi menjaga prinsip keberimbangan dalam dunia jurnalistik. (*/Rilis)

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

نموذج الاتصال